Kemenangan Taliban memang cukup mencengangkan. Banyak yang khawatir ini akan membuka pintu lebar radikalisme atau ekstrimisme Islam. Akan tetapi tidak sedikit juga yang sebetulnya berharap peristiwa penaklukan tanpa perlawanan dan pertumpahan darah ini menjadi awal masuknya era baru Afghanistan sebagai negara dan bangsa yang berdaulat tidak di bawah kendali kekuasaan asing, stabil, damai, dan makmur.

Bagaimana Indonesia?
Pemerintah dan bangsa Indonesia sangat berkepentingan dengan Afghanistan agar menjadi negara dan bangsa yang damai, tidak menjadi tempat bagi terorisme dan radikalisme, tidak ada konflik. Karena itu, keadilan juga harus diwujudkan di Afghanistan karena ketidakadilan itu menjadi pemicu konflik, tindakan kekerasan, terorisme dan radikalisme. Ini adalah kepentingan nasional Indonesia dan karena itu engagement tetap perlu dilakukan dengan Taliban dan masyarakat Afghanistan lainnya untuk mendorong terwujudnya pemerintahan yang inklusif, menghargai hak-hak perempuan dan tidak menjadi ladang teroris.

Sedikit Kutipan dari Webinar “Taliban : Kaum Santri dalam Panggung Politik Afganistan” yang diselenggarakan oleh Fakultas Agama Islam bersama Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Bengkulu Sabtu, 11 September 2021

Dengan pembicara Ternama Bapak Assoc. Prof. Sudarnoto Abdul Hakim. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Dr. Aan Supian, M.Ag, Pakar Ilmu Hadits UIN FAS Bengkulu, Surohim, M.SI Dekan Fakultas Agama Islam UM Bengkulu dan Dr. Abdul Hafiz, M.Ag Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Bengkulu.